Pondok Pesantren Darul Ulum II Al-Wahidiyah (PPDUA) Desa Gersempal Kecamatan Omben Kabupaten Sampang Jawa Timur adalah pondok pesantren yang didirikan sekitar pada Tahun 2003 oleh seorang Ulama’ kharismatik di Kabupaten Sampang dari Pulau Madura yakni Hadrotus Syeikh KH. R. Ahmad Ja’far Abdul Wahid Qs,  dan terkenal memiliki jama’ah yang cukup banyak. Karena disamping menjadi pimpinan pesantren, beliau juga mengisi beberapa pengajian, diantaranya Majelis-majelis Dzikir SITQON (Silaturrahim Ikhwan Akhawat dan Simpatisan Thariqat An-Naqsyabandiyah Gersempal) yang umumnya tersebar di beberapa tempat di wilayah Jawa Timur.

Semula oleh pengasuh pendirian pesantren ini hanya akan diperuntukkan untuk anak yatim dan dhu’afa, akan tetapi dikarenakan untuk memenuhi permintaan masyarakat umum yang juga ingin memondokkan di pesantren ini, akhirnya Pondok Pesantren Darul Ulum II Al-Wahidiyah ini juga menerima anak yang mampu secara ekonomi.

Pondok Pesantren Darul Ulum II Al-Wahidiyah Gersempal sebagai salah satu lembaga pendidikan yang juga turut berpartisipasi dalam proses mencerdaskan bangsa tidak bisa dilepaskan dari perkembangan jaman juga bertekad menjadi sebagai salah satu lembaga pesantren yang up to date dengan tujuan agar generasi bangsa memiliki Ilmu keagamaan (Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah), skill, spritualitas yang tinggi dengan disertai akhlaq dan tradisi kepesantrenan.

Hal tersebut menuntut adanya kepedulian pesantren terhadap segala tuntutan zaman. Sehingga, sedikit demi sedikit juga diwarnai dengan kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan keterampilan dan kewirausahaan dan menjadi kegiatan tambahan disamping mereka yang diwajibkan mempelajari pelajaran Agama Islam khususnya yang bersumber dari “Kitab Kuning” sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan oleh pesantren.

Sepanjang perjalanannya, Pondok Pesantren Darul Ulum II Al-Wahidiyah yang berdomisili di Desa Gersempal Omben Sampang, telah mendapat respon dan simpati dari masyarakat berbagai daerah. Dan dalam kurun waktu 17 tahun sejak didirikannya, hingga tahun 2020 telah menghimpun ±600 santri mukim baik putra maupun putri.